Cerpen : Bahagia Masih Milikku
Oleh : aulia ibtisam Cincin yang terletak elok di dalam kotak baldu berwarna merah itu direnung lama. Sudah enam tahun ia bersemadi di situ tetapi seraut wajah yang membelikan cincin itu untuk disarungkan ke jarinya pada hari pertunangan mereka, tidak pernah dilupakan walau sedetik. Sambil melepaskan keluhan perlahan, Sabrina menutup kotak itu dan dimasukkan kembali ke dalam laci almari soleknya. Ahmad... [Teruskan bacaan]







