Cerpen : Dhiya, Naufal dan Nafeesa
Oleh : chocraze “Dhiya, kau kena unit apa lepas ni?†tanya Haura sambil tangannya lincah menyenduk lauk-pauk membanjirkan nasi di dalam pinggan yang tadi kering kontang. Macam padang sahara yang kena simbah dek hujan lebat yang mencurah-curah setelah kemarau menyerang. Hiperbola melampau, kan? Mukanya diangkat sesaat memandang Haura. Sekadar ikut protokol. “Aku kena peads la…â€... [Teruskan bacaan]







