Cerpen : Hanya satu hari
Oleh : Piqa_syiqh_ Langkah kakinya perlahan, tubuhnya lesu, darah pekat mengalir di bibirnya, terasa amat perit, tetapi tidak seperit hatinya. Membiarkan air mata jernih membasahi pipi, meredhakan dirinya meninggalkan suami tercinta, merelakan tubuhnya yang berbadan dua bermandi hujan. Baru sebentar tadi Irish Faisha dituduh oleh suami sendiri yang dirinya curang. Curang? Dengan siapakah suaminya... [Teruskan bacaan]







