Cerpen : Hati seorang perempuan
Oleh : annur shanana Kamar yang tadinya sunyi sepi kini bertemankan esak tangis Alia. Matanya sudah bengkak dan kelihatan sepet, hidungnya juga sudah merah. Sudah hampir satu jam Alia menangis bersungguh-sungguh melepaskan segala yang terbuku di dada. Sungguh dia berasa sakit hati apabila dipermainkan begitu! Lelaki yang dicintai sepenuh hati senang-senang saja melafazkan kata putus. Jenuh Alia cuba... [Teruskan bacaan]







