Novel : Kemilau Karya Kasih 31, 32

18 August 2010 
Kategori: Novel

Oleh : Noorfadzillah [BAB 31] NAZEERAH memandu perasaan jauh ke lubuk dalam, bercampur baur nafas bernafsu amarah. Menggiatkan lagi sisi gelapnya yang kian tak bisa diseimbangkan. Bagai mentari yang menghidap autis. Mempengaruhi setiap spektrum alam semesta yang tak mahu menyokong hasrat penghuni. Setiap elemen alam terukir dengan hampa. Ibarat tumor yang menerpa lara di udara. Raut paras bagai... [Teruskan bacaan]

Novel : Kemilau Karya Kasih 29, 30

11 August 2010 
Kategori: Novel

Oleh : Noorfadzillah [Bab 29] DUDUK termenung mengamati setiap kisah yang menjadi lipatan memorinya. Mengalir perlahan bagai air hangat menyedarkan kepekaannya. Menusuk sedikit bagai mata runcing hanya berlabuh sesaat rasa. Alur fikiran menerawang jauh tanpa membawa diri ke pentas dunia. Menyelami dasar hati yang kini tertanam imbasan semalam. Mencari hikmah yang tersembunyi ataupun kesilapannya yang... [Teruskan bacaan]

Novel : Kemilau Karya Kasih 27, 28

4 August 2010 
Kategori: Novel

Oleh : Noorfadzillah [Bab 27] SIANG menunduk menghantar mentari ke ufuk pelabuhan sepi. Menyambut senja yang kian menebar kelamnya. Lalu malam terkuak membangkitkan misteri yang tak bisa ditafsirkan. Bukankah rahsia alam milik sang penciptanya? Hanya ilmu ilmiah dan sains yang menjadi petualang manusia dalam menimba ilmu yang tak ada penghujungnya. Ruang pejabat kian menyepi dari urusan dunia... [Teruskan bacaan]

Novel : Kemilau Karya Kasih 25, 26

29 July 2010 
Kategori: Novel

Oleh : Noorfadzillah [BAB 25] SEIRING waktu merangkak lalu berdetak-detik ke setiap angka. Ada tumpukan rasa yang tergantung di dinding hati mentafsirkan perilaku yang tidak bisa ditafsirkan. Garis paras yang beriak gelisah tatkala melepaskan slot realiti yang menjadi tatapannya. Sedari tadi riak wajah itu mengapung mentari dilindung awan kelam. Lalu sinar suria yang diharapkan namun hawanya diselubungi... [Teruskan bacaan]

Novel : Kemilau Karya Kasih 23, 24

21 July 2010 
Kategori: Novel

Oleh : Noorfadzillah [Bab 23] TERKADANG kesibukan membuat sekujur tubuh tertekan dek pekerjaan semakin membengkak. Kewalahan dalam meneruskan hari-hari yang semakin berat dengan penuh tentangan. Hanya nafas dan nadi yang bisa menakung hayat demi berdiri tegar di alam realiti ini. Pedulikah dia dengan semua penderaan ini. Bukankah waktu itu bermaksud satu nilai yang tiada tara harganya menjadi milik... [Teruskan bacaan]

Novel : Kemilau Karya Kasih 21, 22

14 July 2010 
Kategori: Novel

Oleh : Noorfadzillah [BAB 21] MENGINTAI biasan terik yang menggersang serata alam. Merenggut liang kulit yang menjadi santapan suria di atas kepala. Kini merejam ke dinding kediaman megah yang menelusuri sela-sela simen hingga ke dasar tanah. Meski gelombang perasaan berombak kecil sepi masih mengharapkan hari yang gagah ini seterik zat suria mentari. Subuh yang diraih sedari tadi masih tak... [Teruskan bacaan]

Novel : Kemilau Karya Kasih 19, 20

8 July 2010 
Kategori: Novel

Oleh : Noorfadzillah [Bab 19] DENGAN riak paras bak Snow White yang tidur dengan lena panjangnya. Paras itu bergaris redup dan sepi bagai wajah di ufuk senja pulas di atas peraduannya. Hari itu kebetulan cuti am terasa ingin meneruskan tidurnya yang indah ibarat beradu di atas kepulan awan berlatarkan hamparan pelangi. Padahal jam di kepala katil sudah menunjukkan angka ke 9.00 am. Sisa kantuknya... [Teruskan bacaan]

Novel : Kemilau Karya Kasih 17, 18

30 June 2010 
Kategori: Novel

Oleh : Noorfadzillah [Bab 17] ANGIN sore menyambut kepulangan Sofea Emilia sebaik saja tubuh yang kewalahan itu menuruni teksi. Dedaunan melintuk-liuk disapa kasar hinggakan jatuh rontok di tanah. Berjalan lelah melalui gerbang pagar mengamati setiap ceruk halaman yang dibayangi jingga di ufuk horizon. Betapa letihnya membawa sekujur tubuh berjalan gontai meskipun hanya 50 meter untuk sampai ke muka... [Teruskan bacaan]

Novel : Kemilau Karya Kasih 15, 16

22 June 2010 
Kategori: Novel

Oleh : Noorfadzillah [Bab 15] “MARIA!” Jomlah kita makan dulu. Dah dekat empat jam kita asyik ke hulu-hilir dalam mall ni. Perut saya pun dah meragam.” Riak wajahnya sudah mengeruh semakin hilang seri yang menggayuti sepasang mata dan bibir rekahnya. Sedangkan Maria semakin bertenaga tidak pernah mengenal kelelahan sedari tadi. Kehampaannya terserlah atas kehilangan Sarah sebentar... [Teruskan bacaan]

Novel : Kemilau Karya Kasih 13, 14

16 June 2010 
Kategori: Novel

Oleh : Noorfadzillah [Bab 13] PAGI yang menakjubkan di bumi bertuah untuk insan yang layak. Dia bersyukur kepada illahi diberi peluang merasai kenikmatan ini. Menjadi insan yang bertuah antara yang layak bernafas di muka bumi. Riak wajah terserlah suria mentari mengurai luas sinarnya yang hangat. Sehangat pelukan mama penuh dengan kasih sayang yang tidak bisa dijual beli. Memulakan rutin kehidupan... [Teruskan bacaan]

Novel : Kemilau Karya Kasih 11, 12

8 June 2010 
Kategori: Novel

Oleh : Noorfadzillah Bab [11] SAMPAI di Lapangan Terbang Kuala Lumpur Antarabangsa dia akhirnya berpeluang menghirup udara bumi Malaysia. Lukisan indah alam malam berubah menjadi satu panorama yang penuh haru. Kini dia berpijak di tanah kelahirannya. Desir angin buatan membekukan aliran darahnya membuat urat sarafnya tegang hampir setengah hari bermukim di dalam pesawat. Syukur kepada Ya Rabbi mengiringi... [Teruskan bacaan]

Novel : Kemilau Karya Kasih 9, 10

1 June 2010 
Kategori: Novel

Oleh : Noorfadzillah Bab 9 & 10 Bab 9 BUKANKAH malam menjanjikan ketenangan dengan hamparan alam semesta di dada langit. Butiran-butiran kemilau disemat pada selimut semesta biar indah dipandang mata. Di dalam kepulan awan kelam membicarakan fenomena yang tak bisa ditafsirkan. Malam yang penuh misteri menyimpan berjuta cerita yang hanya menjadi milik-Nya. Sedangkan kehidupannya mendatang juga... [Teruskan bacaan]

Novel : Kemilau Karya Kasih 8

11 May 2010 
Kategori: Novel

Oleh : Noorfadzillah Bab 8 KIAN berdetik kian mengejar. Kian berdetik dikejar waktu. Langkah-langkah sepasang kakinya semakin kencang melalui di antara celah-celah tubuh warga kota. Meskipun waktu tetap berjalan membiarkan kemampuan menakluk keadaan dia mencuba bersikap santai. Kenangan semalamlah menyuntik semangat dan perjuangannya. Bahawa kemarin adalah pengajaran dan memori yang disimpan dalam... [Teruskan bacaan]

Novel : Kemilau Karya Kasih 7

5 May 2010 
Kategori: Novel

Oleh : Noorfadzillah Bab 7 INDAHNYA ribuan tulip merimbun bumi Birmingham. Keriangan merangkum segenap ruang taman dengan tumpuan rama-rama. Hati kecil ini tanpa henti memuji kerja Tuhan spontan berdetik sendiri. Mentari tersenyum membiaskan redup kasihnya. Membiarkan sang waktu mengukur musim silih berganti tanpa syarat yang mencekik. Umpama redup kasih ayah dan mama tiada had dan syaratnya demi dia... [Teruskan bacaan]

Novel : Kemilau Karya Kasih 6

26 April 2010 
Kategori: Novel

Oleh : Noorfadzillah Bab 6 SAAT rimbunan bunga-bunga segar dikucup angin malam. Bisikan alam meringis dalam kelam membawa kebebasan diri. Malam itu Sofea hanya lepak di dalam kamarnya meluangkan waktu di depan komputer riba. Dia sudah berjanji dengan teman baiknya di Kuala Lumpur untuk bertemu di dunia maya. Sekali lagi Yahoo Messenger menjadi penghubung antara mereka berkomunikasi. Menggunakan fungsi... [Teruskan bacaan]

Novel : Kemilau Karya Kasih 5

20 April 2010 
Kategori: Novel

Oleh : Noorfadzillah Bab 5 TABIR malam indah dengan butiran permata yang bertebaran di dada langit. Bunyi cengkerik malam menambahkan kesayuan hati. Faris Raiyan berdiri di muka jendela. Memegang mug yang berisi kopi panas menjadi penyedap lidahnya. Rumah teres dua tingkat menonong sepi dan sedih. Malam dia bertemankan kenangan mengusik kalbu disapa angin yang meringis kulit tubuhnya. Selesa benar... [Teruskan bacaan]

Novel : Kemilau Karya Kasih 4

12 April 2010 
Kategori: Novel

Oleh : Noorfadzillah Bab 4 DIA memerhatikan teman seperjuangannya dengan riak mentari yang menyinar alam. Pangsapuri Bounville sewa itu menyemarakkan keceriaan hari itu dengan sentuhan alunan musik pop kedengaran dari rumah jiran. Bagai langit dihiasi dengan warna-warni pelangi dan sekawan merpati bebas berterbangan di Taman Eden begitulah rasanya menggapai kemerdekaan sebagai pelajar di University... [Teruskan bacaan]

Novel : Kemilau Karya Kasih 3

2 April 2010 
Kategori: Novel

Oleh : Noorfadzillah Bab 3 KELIHATAN sosok seorang gadis berpakaian ringkas dengan seluar jeans tiga suku dan T-shirt Padini dipadankan dengan sporty shoes Fila sedang melangkah lebih laju sebaik saja memasuki lobi hotel itu. Udara panas yang mendera liang kulit tubuhnya kembali nyaman dengan penghawa dingin dari celah siling lobi hotel itu. Angka waktu berdetak-detik mengejar masa ke depan. Dikerlingnya... [Teruskan bacaan]

Novel : Kemilau Karya Kasih 2

22 March 2010 
Kategori: Novel

Oleh : Noorfadzillah Bab 2 SENYUMANNYA mengulum tatkala melihat kesibukan teman baiknya bersama pihak penerbit dan beberapa teman media sebelum acara itu bermula. Dengungan yang memantul dari segenap dewan hotel itu bagai sekawan lebah yang berterbangan. Deria telinganya mendengar suara-suara yang bergaung halus tanpa mengecam bahasa yang dituturkan. Kedatangannya umpama insang yang bernafas atas nama... [Teruskan bacaan]

Novel : Kemilau Karya Kasih 1

15 March 2010 
Kategori: Novel

Oleh : Noorfadzillah Bab 1 Dengan perasaan yang berbunga kembang Sofea sempat melemparkan senyuman untuk lelaki yang berusia 50 tahun itu. Lelaki yang bertubuh tinggi dengan berat badan yang berlebihan. Rambutnya tumbuh lebat memutih. Garis kedut bertingkat pada dahi lelaki itu jelas menunjukkan dia seorang yang suka berkerut. Mungkin bidang kerjanya yang adalah salah satu faktor. Sering mempamer wajah... [Teruskan bacaan]