Cerpen : Kutunggu di Shimokitazawa
Oleh : Misfah Khairina Lampu-lampu sudah dinyalakan. Layar bioskop mungil berpenonton maksimal 20 orang itu sebentar lagi ditutup. Namun Café yang tak kalah mungilnya disebelah bioskop itu masih menyisakan kehidupan. Pengunjung terakhir Bioskop Shimokitazawa keluar dari pinu samping sambil berangkulan dan berbisik-bisik mesra. Mungkin masih terkesan dengan film romantis yang baru saja mereka tonton. “Dasar... [Teruskan bacaan]







