Cerpen : Lara Jiwa Luka
Oleh : Hanni Ramsul Manik hujan kian kasar. Coklat tanah yang berdebu dek terik panahan matahari sejak dari pagi, kini kian berubah warna. Perlahan-lahan titis-titis air dari perut langit itu kini meresap jauh ke dasar bumi. Membasah segenap tanah yang kontang seketika tadi. Aroma cantuman antara titis hujan dan debu tanah, membuat deria baunya menghela nikmat. Dia suka bau itu. Haruman itu begitu... [Teruskan bacaan]







