Cerpen : Maafkan Mama
Oleh : Noor Azihan Sulaiman “Kahwinlah, bang,” suamiku hanya terdiam mendengar sarananku. Memang sejak mula lagi, dia hanya mendiamkan diri saat kuajukan cadangan itu. Diam dan diam sahaja. Bantah tidak, setuju pun tidak. Geleng tidak , angguk pun tidak. Sudah acapkali kusuarakan. Namun suamiku masih membisu. Si kecil kami, Danisha tiga tahun, berlari-lari memeluk kakinya. Suamiku membongkok,... [Teruskan bacaan]







