Cerpen : Antara Cita-cita dan Cinta
Oleh : Qudwah Aku termenung mengenangkan nasibku yang malang. Sekarang aku sudah bergelar anak yatim. “Kenapalah cepat sangat ibu tinggalkan aku?” rintihku sendirian. Aku paksakan air mataku untuk tidak turun membasahi pipiku. Tetapi apakan daya kepedihan dan kesedihan membuatkan air mata ku tidak dapat dibendung lagi. Satu tepukkan pada bahuku membuatkan lamunanku terhenti seketika .”Aira... [Teruskan bacaan]







