Cerpen : Saat Bahagia
Oleh : hafdine marissa Malam ini, sekali lagi Liyana Sofea lena di sofa panjang di ruang tamu rumahnya. Masih berbekas air mata yang mengalir tadi pada pipinya. Rasa sakit yang menyucuk di perutnya tidak diendahkan. Sakit lagi rasa hati yang terluka. Zarief Adam menutup sliding door. Dalam perjalanannya untuk ke tingkat atas, pandangannya jatuh pada sebatang tubuh yang sedang lena di sofa. Dia mengubah... [Teruskan bacaan]







