Cerpen : Sempurnakan Aku
Oleh : Puteri Selendang Biru Adam memandang wajah sayu Fatin di depannya. Apa yang harus dilakukannya kini? Jiwanya resah. Secara logik, tak mungkinlah dia sanggup mempertanggungjawabkan sesuatu yang bukan kesalahannya. Tapi disebaliknya, perasaan simpati masih juga tersimpan jauh dilubuk hatinya. Apatah lagi keluarga itu selalu membantunya sejak dia berkelana di sini. “Tolonglah kami, Adam!”... [Teruskan bacaan]







