Cerpen : Teratak Impian dan Harapan

22 August 2010 
Kategori: Cerpen

2,237 bacaan 9 Ulasan

Oleh : Aziliros Linda ‘Termenung lagi’ hanya itu yang dapat aku lafazkan di dalam hati ku. Dengan mengalas punggunnya dengan kerusi plastik yang berwarna merah. Di halaman rumah itulah yang menjadi tempat sebatinya menunggu aku. “Assalamualaikum bu, jauh ibu termenung”. Bisikku di telinga ibu. Matanya aku renung dengan penuh kasih sayang dan tangannya yang berurat tua itu aku gapai... [Teruskan bacaan]

Mukasurat 1 of 11